Dulu saya pikir hemat itu artinya pelit. Ternyata setelah pensiun dan punya lebih banyak waktu di rumah, saya sadar hemat itu soal kepintaran mengurus barang yang sudah ada. Bukan soal beli ini-itu yang katanya bikin tagihan turun.
Nah, kalau kamu baru mulai dan bingung harus dari mana, saya mau cerita pengalaman saya sendiri. Saya bukan teknisi, bukan orang listrik. Cuma pensiunan yang iseng belajar pelan-pelan. Dan ternyata, langkah-langkah kecil ini lumayan kerasa di tagihan dan bikin barang di rumah lebih awet.
Baca juga: Sebulan Hidup Mandiri: Hemat Energi, Barang Awet, Rumah Rapi
Mulai dari yang Paling Gampang: Matikan yang Nggak Dipakai
Ini langkah pertama yang saya lakukan dan paling nggak butuh biaya sama sekali. Coba deh, jalan keliling rumah pas malam hari. Lihat lampu mana yang nyala padahal ruangannya kosong. Lihat charger yang masih nyantol di colokan padahal HP sudah penuh.
Dulu saya juga gitu. Charger dibiarkan nyantol semalaman, televisi standby terus karena malas cabut. Kata anak saya, itu namanya vampire power — listrik tetap nyedot walau barangnya kelihatan mati. Sejak saya biasakan cabut colokan sebelum tidur, perlahan tagihan turun. Nggak langsung banyak, tapi kerasa.
Buat kamu yang baru mulai, coba bikin kebiasaan kecil ini:
- Cabut charger dan alat elektronik kecil setelah dipakai
- Matikan lampu di ruangan yang kosong, jangan cuma pindah ruangan
- Kalau TV atau radio nggak ditonton, matikan tombolnya, bukan cuma remot
- Pasang stopkontak yang ada tombolnya biar gampang dimatikan sekaligus
Kelihatannya sepele ya. Tapi justru inilah yang paling sering dilupakan. Padahal nggak butuh tenaga, nggak butuh biaya, cuma butuh niat.
Rawat Barang Biar Nggak Cepat Rusak, Ini Urutannya
Kalau soal perawatan barang, saya dulu cuek. Kulkas ya dibiarkan, mesin cuci ya dipakai terus. Baru setelah kulkas saya bocor dan biaya servisnya lumayan, saya kapok. Sekarang saya punya urutan sederhana yang saya jalankan tiap bulan.
1. Bersihkan yang sering kotor duluan
Filter AC, kisi-kisi kulkas di belakang, dan lubang pembuangan mesin cuci. Tiga benda ini yang paling sering saya temui kotor dan bikin alat kerja lebih berat. AC yang filternya penuh debu bikin kompresor kerja keras, otomatis listrik lebih boros. Kulkas yang kisi belakangnya berdebu juga sama.
Cukup sikat atau vakum ringan, nggak perlu bongkar-bongkar. Saya lakukan sebulan sekali, biasanya pagi sambil minum kopi. Nggak sampai setengah jam.
2. Cek karet pintu dan selang
Ini yang sering bikin bocor halus dan nggak kelihatan. Karet pintu kulkas kalau sudah nggak rapat, udara dingin keluar terus dan kulkas kerja ekstra. Coba tempelkan selembar kertas di pintu, kalau gampang ditarik berarti karetnya sudah longgar. Selang mesin cuci juga perlu dicek, jangan sampai ada rembes yang lama-lama jadi masalah.
Saya pernah hampir ganti kulkas gara-gara pintunya nggak dingin. Ternyata cuma karetnya kendor. Biaya perbaikan jauh lebih murah daripada beli baru.
3. Jangan biarkan barang "dipaksa" kerja
Maksud saya begini: jangan isi kulkas terlalu penuh sampai udara nggak bisa bersirkulasi. Jangan cuci pakaian terlalu banyak dalam sekali putaran. Jangan nyalakan setrika sambil nunggu lama. Barang yang dipaksa kerja di luar kemampuannya cepat rusak, dan rusak itu artinya keluar uang.
Ini pelajaran yang saya dapat dari tetangga saya, Pak Har. Beliau bilang, "Barang itu kayak kita, kalau dipaksa terus ya cepat capek." Saya setuju banget.
Atur Pemakaian Listrik Tanpa Beli Apa-Apa
Banyak orang langsung mikir beli lampu LED atau alat penghemat listrik. Padahal buat pemula, yang paling penting itu mengatur cara pakai dulu. Baru setelah itu, kalau perlu, ganti barangnya.
Contoh paling gampang: setrika. Dulu saya nyetrika sedikit-sedikit, nyalain setrika tiap hari. Sekarang saya kumpulkan cucian seminggu, nyetrika sekali, langsung banyak. Setrika nggak bolak-balik panas dari dingin, listrik lebih hemat, dan waktu saya lebih lega.
Begitu juga mesin cuci. Saya biasakan nyuci pas cucian sudah cukup banyak, bukan tiap hari sedikit-sedikit. Kulkas juga saya atur suhunya, nggak terlalu dingin yang bikin boros. Semua ini nggak butuh beli apa pun, cuma ubah kebiasaan.
Kalau kamu punya alat ukur listrik sederhana, bisa dipakai buat cek. Tapi kalau nggak punya juga nggak masalah. Cukup bandingkan tagihan bulan ini dan bulan depan setelah kebiasaan diubah. Saya dulu begitu, dan hasilnya lumayan bikin semangat.
Jangan Malu Mulai dari Kecil
Saya sering dengar orang bilang, "Ah, hemat segitu mah nggak ngaruh." Padahal yang saya rasakan, justru dari hal kecil itulah semuanya mulai. Cabut charger, matikan lampu kosong, bersihkan filter AC — semua itu nggak kelihatan megah, tapi dampaknya nyata.
Buat kamu yang baru mulai, jangan keburu beli macam-macam alat. Coba dulu tiga langkah tadi selama sebulan. Rasakan sendiri bedanya. Kalau sudah nyaman, baru pelan-pelan tambah kebiasaan lain, misalnya ganti lampu yang sering dipakai ke LED, atau pasang timer sederhana.
Yang penting, jangan sampai kegiatan ini jadi beban. Namanya juga pensiun, waktunya lebih santai. Jadi rawat rumah dan hemat listrik itu ya sambil lalu, sambil ngobrol sama keluarga, sambil ngopi pagi. Nggak perlu buru-buru. Yang penting jalan terus, sedikit-sedikit.
Saya sendiri masih belajar sampai sekarang. Kadang lupa cabut charger, kadang malas bersihkan filter. Tapi ya nggak apa-apa, besok dicoba lagi. Rumah yang terawat dan tagihan yang ringan itu bukan hasil satu hari, tapi hasil kebiasaan yang diulang terus.